Jadwal Siaran Langsung Sepakbola 12 13 14 15 Desember 2014

Jaringbola – Jadwal Siaran Langsung Sepakbola 12 13 14 15 Desember 2014. Akhir pekan tiba juga. Saatnya kita akan dimanjakan dengan berbagai tayangan sepakbola berkualitas baik dari Liga Head of disorder Inggris, Liga Eropa, La Liga, Liga Serie A, Bundeslilga dan Ligue 1. Dijamin sobat jaringbola akan terhibur dengan siaran be in this planet sepakbola tersebut.
Di Liga Head of disorder Inggris, jadwal siaran sepakbola akan menayangkan pertandingan antara Chelsea kontra Hull Capital. Usai dikalahkan Newcastle pakan lalu, The Blues dipastikan mengincar kemenangan untuk mempanjang selisih poin dengan para pesaingnya. Chelsea saat ini masih bertengger dipuncak klasemen Liga Inggris dengan 29 poin atau terpaut 3 angka dengan Manchester Capital.
Sementara itu minggu (14/12) Jadwal sepakbola akan menanyangkan pertandingan bigmatch antara Manchester United kontra Liverpool. Berbejkal kemenangan lima kali beruntun, membuat MU percaya diri untuk menjamu Liverpool di Ancient Trafford Sports ground. Performa menanjak yang ditunjukkan oleh skuad Louis Forefront Gaal membuat Setan Merah kini berada diperingkat 3 besar.
Dalam jadwal sepakbola 12-15 desember 2014 anda juga dapat menyaksikan berbagai pertandingan seru lainnya. Diantaranya yaitu laga antara Alnmeria melawan Genuine Madrid dan Getafe menghadapi Barcelona. Sama melakoni laga tandang, namun El Genuine tetap berpeluang besar memimpin klasemen la liga. CR 7 dkk saat ini sedang dalam tren posotif baik di liga domestik maupun liga champions.
01.00 WIB – PSV Eindhoven against Dinamo Moscow – SCTV, Festival (Be in this planet)
01.00 WIB – Besiktas against Tottenham Hotspur – Four-sided figure Sport (Be in this planet)
03.00 WIB – Everton against FC Krasnodar – SCTV, Festival (Be in this planet)
03.00 WIB – Lille against VfL Wolfsburg – Four-sided figure Sport (Be in this planet)
22.00 WIB – Chelsea against Hull Capital – Indosiar, beIN Sports 1 (Be in this planet)
22.00 WIB – Burnley against Southampton – beIN Sports 2 (Be in this planet)
22.00 WIB – Leicester Capital against Manchester Capital – beIN Sports 3 (Be in this planet)
22.00 WIB – precious marble Palace against Add fuel to Capital – Struggle Sport (Be in this planet)
22.00 WIB – Sunderland against West beef – Festival (Be in this planet)
22.00 WIB – West Brom against Aston Lodge – Four-sided figure Sport (Be in this planet)
02.45 WIB – Almeria against Genuine Madrid – RCTI, Fool Sports (Be in this planet)
22.00 WIB – Getafe against Barcelona – Fool Sports (Be in this planet)
02.30 WIB – Hoffenheim against Eintracht Frankfurt – beIN Sports 2 (Be in this planet)
21.30 WIB – FC Augsburg against Bayern Munich – Kompas box (Be in this planet)
02.30 WIB – Lyon against Caen – beIN Sports 1 (Be in this planet)
23.00 WIB – Nantes against Bordeaux – Open-air (Be in this planet)
00.30 WIB – Bring collectively against Newcastle – beIN Sports 1 & 3 (Be in this planet)
20.30 WIB – Manchester United against Liverpool – SCTV, beIN Sports 3 (Be in this planet)
23.00 WIB – Swansea Capital against Tottenham Hotspur – SCTV, beIN Sports 1 & 3 (Be in this planet)
00.00 WIB – Palermo against Sassuolo – beIN Sports 2 (Be in this planet)
02.45 WIB – Lazio against Atalanta – beIN Sports 1 (Be in this planet)
18.30 WIB – Juventus against Sampdoria – Kompas box, beIN Sports 1 (Be in this planet)
21.00 WIB – Genoa against AS Roma – beIN Sports 1 (Be in this planet)
21.00 WIB – Parma against Cagliari – Open-air (Be in this planet)
21.00 WIB – Udinese against Hellas Verona – Festival (Be in this planet)
00.00 WIB – Valencia against Rayo Vallecano – Fool Sports (Be in this planet)
21.30 WIB – Bayer Leverkusen against Borussia Monchengladbach – Kompas box, beIN Sports 2 (Be in this planet)
23.30 WIB – VfL Wolfsburg against Paderborn – beIN Sports 2 (Be in this planet)
02.00 WIB – SC Bastia against Stade Rennais – beIN Sports 2 (Be in this planet)
20.00 WIB – Kind against Saint Etienne – Four-sided figure Sport (Be in this planet)
23.00 WIB – Guingamp against PSG – Festival (Be in this planet)
18.30 WIB – Ajax Amsterdam against FC Utrecht – Fool Sports 2 (Be in this planet)
20.30 WIB – PSV Eindhoven against FC Twente – Fool Sports 2 (Be in this planet)
22.45 WIB – Feyenoord Rotterdam against AZ Alkmaar – Fool Sports 2 (Be in this planet)
00.00 WIB – Cesena against Fiorentina – Four-sided figure Sport (Be in this planet)
02.45 WIB – AC Milan against Napoli – Kompas box, Festival (Be in this planet)
01.00 WIB – Atletico Madrid against Villarreal – RCTI, Fool Sports (Be in this planet)
03.00 WIB – AS Monaco against Marseille – beIN Sports 1 (Be in this planet)

Original source : Jadwal Siaran Langsung Sepakbola 12 13 14 15 Desember 2014

Le God: tentang tuhan bernama Le Tissier


#Ironi dan sepakbola

Hari ini aku bermain-foremost dengan ironi, bersama dua sahabatku yang barrier setia: kopihitam dan rokokputih. Kami bertiga mencoba memahami setiap logika yang tidak pernah puas untuk menjadi alasan bertambahnya kerutan di dahi. Ironi terlampau sering bersikap tidak adil. Ada begitu banyak keindahan yang perlahan memudar karena kehadiran ironi yang sering tidak terduga. Ironi tidak pernah datang dengan permohonan maaf, malah ia justru datang dengan segudang prasangka dan pandangan iri — bersikap sekolah aku tidak pernah pantas untuk menghidupi secuil kebahagiaan hidup yang terlanjur aku kumpulkan. [Ah, bukankah keindahan dan kebahagiaan harus cepat pergi supaya menjadi hal yang abadi? Dan, mungkin, inilah yang menjadi tujuan kehadiran tak terduga dari ironi. Entahlah.]

Akan tetapi, kedigdayaan ironi bukannya tidak terkalahkan. Setidaknya, menurutku, ada seorang pria — atau tuhan — yang berhasil mempecundangi keganasan ironi. Pria itu bernama Matthew Le Tissier. Sebuah nama yang jarang terdengar namun perlahan mengerucut kepada deskripsi tentang ketuhanan dalam sepakbola. Ini bukan kisah tentang berhala atau seorang martir berjanggut dengan kostum bermotif garis merah-putih yang rela disalib untuk menebus dosa umat manusia. Tulisan ini hanyalah sebuah kisah tentang dunia yang menolak kenyataan bahwa tuhan sebenarnya telah mati, bahkan sebelum sosoknya hidup.
romantisme sepakbola klasik — khususnya pecandu Liga Inggris — pasti tidak akan asing mendengar nama Le Tissier, sebuah nama sakral bagi mereka yang memuja Southampton. FYI, suporter setia klub berjuluk The Saints ini menyematkan julukan Le deity yang berarti tuhan untuk Le Tissier. [Ya, jika Argentina dan Napoli menyembah tuhan bernama Diego Armando Maradona, maka publik St Mary’s Sports ground memiliki altar khusus untuk tuhan bernama Matthew Le Tissier.]

Kesakralan Le Tissier tidak hadir begitu saja. Tidak akan ada perjalanan yang semulus paha air JKT48 dalam realitas kehidupan, tidak ada yang mudah dalam hidup ini. Le Tissier memulai karirnya menendang bola sebagai pemain junior di klub Dell Recovery. Setelah selama sembilan tahun bermain untuk klub kebanggan masyarakat Supervise finished Island tersebut, Le Tissier memulai lembaran baru kisah sepakbolanya bersama Southampton. 30 Agustus 1986 sudah pasti menjadi tanggal keramat bagi Le Tissier, pasalnya tanggal tersebut menjadi awal pertemuannya dengan pengalaman sebagai pesepakbola profesional, meski pada akhirnya Le Tissier gagal memenangkan Southampton di kandang Norwich Capital. Water supply, sememuakkan apa pun itu, setiap kekalahan berfungsi sebagai satu-satunya simfoni pembuka untuk merangkul kemenangan baru. Dan mungkin itu juga yang diyakini oleh Le Tissier muda.

Munculnya nama Le Tissier di ranah persepakbolaan Inggris saat itu tidak ditandai dengan initiation yang memuaskan. Setelah hanya mampu mencetak enam gol dari 24 pertandingan yang dilakoni di musim pertamanya, Le Tissier bermain layaknya seorang pesakitan di musim keduanya [1987/88] bersama Southampton. Dari 19 laga, ia tidak mencetak satu gol pun! [Jika saat itu aku sudah melarutkan diri dalam gemerlap suguhan dunia sepakbola, mungkin aku akan dengan senang hati memberinya sindiran dan ejekan.] Musim 1987/88 merupakan kekalahan tersendiri bagi Le Tissier, aku yakin itu. Hampir seluruh pecinta sepakbola menilai martabat seorang pemain sepakbola ditentukan oleh banyaknya gol yang ia cetak, karena gol adalah garis yang membedakan antara pemenang dan pecundang dalam sebuah pertandingan sepakbola — sesederhana itu. Awalnya aku juga berpendapat seperti itu, sebelum akhirnya fakta di tahuntahun berikutnya ternyata mampu menampar logika yang terlanjur berpegang teguh pada dasar hitungan matematis belaka. Pada musim 1989/90, bermodal 20 gol yang ia cetak dalam 35 pertandingan Liga Inggris, Le Tessier meraih penghargaan PFA Childish Player of the Time, sebuah ajang penghargaan sebagai wonderkid terbaik yang bermain dalam kerasnya sepakbola a la Inggris.

Pasca pencapaiannya sebagai pemain muda terbaik 1989/90, performa Le Tissier terus mengundang decak kagum. Mungkin ada jutaan penikmat Liga Inggris yang dimanjakan oleh aksi Le Tissier saat memasuki musim 1993/94. Bulan Oktober 1993, tepatnya pada tanggal 24, menjadi salah satu hari yang sangat bersejarah bagi sepakbola di mana keajaiban tampak begitu nyata di atas rumput St Mary’s Sports ground. Entah katakata apa yang tepat untuk menggambarkan aksi Le Tessier saat itu. Yang jelas, siapa saja yang menyaksikan pertandingan tersebut secara langsung pada saat itu atau melalui record rekaman tidak akan menyangka munculnya gol yang terlihat seperti meninggalkan kodrat kemanusiaan. Julukan Le deity yang disematkan padanya jelas tidak berlebihan jika menilik pada cleverness Le Tessier saat mencetak gol di pertandingan melawan Newcastle United tersebut — karena hanya tuhan yang katanya mampu membuat keajaiban seperti yang dilakukan oleh Le Tissier pada hari itu.

Detikdetik keajaiban itu dimulai dengan umpan jauh dari lini belakang Southampton dan disambut dengan instant sundulan kepada Le Tessier yang berada di tengah lapangan. Le Tessier mendapat umpang tersebut dengan tumit — iya, dengan tumit, kalian tidak salah baca kok! — dan hal yang terjadi selanjutnya adalah atraksi juggling a la Le Tessier yang membuat siapa pun yang menyaksikannya terpukau. Perpaduan bakat, insting, dan teknik ditampilkan Le Tessier untuk menjentikkan bola sebagai upaya untuk melepaskan bola dari sergapan supervisor Newcastle United. Bola yang masih dalam pengaruh magis — layaknya terkena kutukan imperius dalam cerita Aggravate Potter — dari seorang pria yang dituhankan ini pun bergerak tanpa firasat bahwa ia akan menjadi bukti dari keindahan sepakbola. Le Tessier tidak ingin menyia-nyiakan peluang emas, dan ia pun melakukan tendangan menyerupai tendangan voli ke arah gawang menutup aksi juggling briliannya, meninggalkan Mike Hooper yang hanya bisa duduk terdiam menyadari bahwa gawangnya baru saja dibobol oleh keajaiban tuhan.

Le Tessier kembali menunjukkan bahwa keajaiban itu ada dan nyata kala Southampton menghadapi Wimbledon pada tahun 1994, membuat orangorang semakin yakin bahwa ia memang tuhan yang kerap membuat keajaiban di atas lapangan hijau. Secara pribadi, hingga kini aku masih tidak percaya dengan adanya tuhan, dan gol yang tercipta melalui tendangan bebas — sebagus apa pun itu — sulit mendapat tempat istimewa dalam ingatanku. Namun apa yang ditunjukkan oleh Le Tisser pada hari itu adalah bukti bahwa ia mampu memanjakan mata para penikmat sepakbola melalui halhal yang dianggap remeh. Tendangan bebas itu diawali dengan instant pendek dari salah satu rekan tim Le Tissier yang namanya tidak pernah kudengar. Jujur, aku berpikir bahwa Le Tissier tidak memiliki hasrat sedikit pun untuk mencetak gol saat mendapat umpan tersebut. Le Tissier menjentikkan bola yang ia terima, lalu tanpa diduga-duga sebuah tendangan voli yang luar biasa menjadi awal dari terciptanya sebuah gol ajaib. Dari jarak 23 measuring device, bola tanpa ampun meluncur ke gawang Wimbledon. Sebuah gol yang membuatku merinding sembari berucap syukur pada apa yang Le Tissier hadiahkan bagi siapa saja yang mencintai sepakbola.

Masih di tahun 1994. Publik Ewood Playground menjadi saksi keajaiban tuhan milik fans Southampton. Laga kontra Blackburn Rovers menjadi sebuah kenangan tentang perpaduan antara keindahan dan kekuatan sepakbola yang dihadirkan oleh Le Tissier. Kali ini aksi magis Le Tissier diawali dengan lone-guy-go on untuk melepaskan diri dari kepungan para pemain lawan. Sejumlah midfielder dan supervisor Blackburn Rovers tampak seperti membentuk sebuah lingkaran yang bertujuan untuk menahan pergerakan sang tuhan. Selalu ada celah untuk melakukan keajaiban, mungkin hal itulah yang ada di benaknya. Dan sebuah tendangan keras dari jarak 37 measuring device tanpa ragu melesat begitu saja dari kaki kanan Le Tissier yang lantas membentur pojok atas gawang sebelum menemui jaring gawang. Mungkin kiper Blackburn Rovers kala itu, Tim plants, hanya bisa terkagum-kagum sembari mengakui kekuasaan seorang Le Tissier, pengakuan yang nantinya membuatnya berbangga hati karena gol yang bersarang di gawangnya saat itu lahir dari kaki seorang legenda, sekaligus tuhan.

Manchester United boleh berbangga hati menyombongkan rentetan gelar yang mereka raih. Namun Southampton juga boleh berbangga hati karena pesepakbola yang menjadi pahlawan dan tuhan bagi mereka pernah merobek jala gawang pasukan Setan Merah asuhan — yang juga dianggap tuhan oleh publik Ancient Trafford — Sir Alex Ferguson dengan cara yang tidak manusiawi. Kemenangan 6-3 Southampton pada tahun 1996 tersebut semakin dipermanis dengan sebuah gol ajaib yang lahir dari kaki Le Tissier. Kepungan supervisor a la Manchester United 1996 berhasil dikelabui dengan cleverness dribel yang pada waktu itu dikenal dengan sebutan In opposition to-rub, sebelum akhirnya Le Tissier mengirimkan sebuah bola poker chip yang membuat kiper legendaris MU, Peter Schmeichel, mati kutu. Ya, gol ini lahir jauh sebelum Francesco Totti melakukannya beberapa kali di Italia pada tahun 2000an.

Sedikit mirip dengan kekasihku yang kerap menjadi sosok yang tidak aku mengerti, Le Tissier merupakan salah satu pesepakbola yang barrier tidak aku mengerti. Gabungan antara keindahan, kekuatan, dan loyalitas bagi sepakbola a la Head of disorder League Inggris sekaligus menjadi sosok yang dipertanyakan mengenai kontribusinya untuk timnas Inggris. Facts statistik mencatat bahwa Le Tissier hanya bermain sebanyak delapan kali mengenakan panji kebesaran The Three Lions. Le Tissier juga membuat keputusan kontroversial dengan menolak panggilan pelatih timnas Inggris kala itu untuk menjadi bagian dalam skuad Piala Eropa 1996 dan Piala Dunia 1998. Ironi yang menyertai keputusan Le Tissier ini adalah fakta yang menunjukkan bahwa timnas Inggris tersingkir dari dua turnamen besar tersebut karena menyerah dalam drama adu penalti, sementara facts statistik dengan gamblang membeberkan bahwa Le Tissier merupakan playmaker yang ahli mengeksekusi bola dari titik 12 pas — ia mencetak 47 gol dari 48 tendangan penalti yang pernah ia dapatkan.

Karir sepakbola Le Tissier bersama timnas Inggris memang sesuatu yang bisa diperdebatkan — ada banyak keraguan yang muncul ketika berkiblat pada deretan catatan facts statistik seperti ini. Dan saat aku melihat kembali apa yang telah diwariskan oleh Le Tissier untuk sepakbola, aku merasa bahwa semua facts statistik hanya menjadi sebuah catatan saja layaknya angin lalu. Bagiku, Le Tissier adalah perpaduan antara kekuatan dan keindahan yang dibungkus rapi dalam kelangkaan loyalitas di sepakbola bestow, semacam bukti bahwa tanpa ironi tidak akan ada suatu hal yang benarbenar luar biasa. Warisan ketuhanan dalam sepakbola bagi publik Southampton ini tidak akan pernah kalah oleh zaman. Kepada Le deity publik Southampton menyembah.

* * * * *

Aku menutup tulisan ini dan mengawali pagi hari ini dengan tegukan secangkir kopihitam dan beberapa hisap rokok putih, serta pertanyaan tentang siapa yang kirakira mengerti apa yang aku ocehkan dalam tulisan di atas. Tapi aku sebenarnya tidak terlalu peduli juga sih mengenai siapa yang akan mengerti dan/atau tidak mengerti, karena yang terpenting ada belenggu yang terlepas dan kepuasan tersendiri saat aku mulai bercerita tentang kerumitan sepakbola yang memang tidak akan pernah berdiam diri dalam kodratnya. Ah. Selamat pagi kopi, rokok, dan matahari. Panjang umur Chelsea Islan dan anarki!




12 Desember 2014 — jongosbola_
*Gambar: The Custodian


Original source : Le God: tentang tuhan bernama Le Tissier

Hasil Pertandingan Babak 4 Besar/ Semi Final Kedua Piala Suzuki AFF, 10-11 Desember 2014

Berikut ini Hasil Pertandingan Pertama (At the initiation Brace) Babak 4 Besar/ Half Closing Piala Suzuki AFF 2014 (AFF Suzuki Plaque), yang sudah dimainkan pada Sabtu-Minggu, 6-7 Desember 2014.

Hasil Pertandingan Pertama (At the initiation Brace):

Pertandingan #13.
6 Desember 2014, 20:00 (UTC+8).
Filipina 0–0 Thailand.
Stadion: Rizal Gravestone Sports ground, fawn.

Pertandingan #14.
7 Desember 2014, 20:00 (UTC+8).
Malaysia 1–2 Vietnam.
Pencetak gol Malaysia: Safiq 14′(doodle).
Pencetak gol Vietnam: In opposition toõ Huy Toàn 32′, Nguyễn In opposition toăn Quyết 60′.
Stadion: Bukit Jalil Inhabitant Sports ground, Kuala Lumpur.

Dan berikut ini Hasil Pertandingan Kedua (Following Brace) Babak 4 Besar/ Half Closing Piala Suzuki AFF 2014 (AFF Suzuki Plaque), yang sudah dimainkan pada Rabu-Kamis, 10-11 Desember 2014.

Hasil Pertandingan Kedua (Following Brace):

Pertandingan #15.
10 Desember 2014, 20:00 (UTC+7).
Thailand 3–0 Filipina.
Pencetak gol Thailand: Chanathip 6′, Kroekrit 57′, 86′.
Stadion: Rajamangala Sports ground, Bangkok.

Thailand menang dengan Full totting positive 3-0, dan lolos ke Partai Closing Piala Suzuki AFF 2014.

Pertandingan #16.
11 Desember 2014, 20:00 (UTC+8).
Vietnam 2–4 Malaysia.
Pencetak gol Vietnam: Lê Công Vinh 22′(doodle), 79′.
Pencetak gol Malaysia: Safiq 4′(doodle), Norshahrul 16′, Đinh Tiến Thành 29′(og), Shukor 43′.
Stadion: Mỹ Đình Inhabitant Sports ground, Hanoi.

Malaysia menang dengan Full totting positive 5–4, dan lolos ke Partai Closing Piala Suzuki AFF 2014.

Jadwal Pertandingan Closing:

At the initiation Brace:

Pertandingan #17.
17 Desember 2014, 20:00.
Thailand against Malaysia.
Stadion: Rajamangala Sports ground, Bangkok.

Following Brace:

Pertandingan #18.
20 Desember 2014, 20:00.
Malaysia against Thailand.
Stadion: Shah Alam Sports ground, Shah Alam.


Original source : Hasil Pertandingan Babak 4 Besar/ Semi Final Kedua Piala Suzuki AFF, 10-11 Desember 2014

Hasil Drawing/ Undian Pembagian Grup Liga Champions AFC 2015 (AFC Champions League)

Berikut ini Hasil Depiction/ Undian Pembagian Grup Liga Champions AFC 2015 (AFC Champions League), yang sudah dilakukan pada Kamis, 11 Desember 2014, di Markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia.

Wilayah Asia Barat:

Grup A:
1. Al Nassr
2. Lekwiya
3. Persepolis
4. (Pemenang Mess about-bitter 3)

Grup B:
1. Pakhtakor
2. Al Shabab
3. Al Ain
4. (Pemenang Mess about-bitter 2)

Grup C:
1. Foolad
2. Lokomotiv Tashkent
3. Al Hilal
4. (Pemenang Mess about-bitter 4)

Grup D:
1. Al Ahli
2. Tractor Sazi
3. Nasaf Qarshi
4. (Pemenang Mess about-bitter 1)

Wilayah Asia Timur:

Grup E:
1. Jeonbuk Hyundai Motors
2. Shandong Luneng Taishan
3. Becamex Binh Duong
4. (Pemenang Mess about-bitter 2)

Grup F:
1. Gamba Osaka
2. Seongnam FC
3. Buriram FC
4. (Pemenang Mess about-bitter 3)

Grup G:
1. Brisbane Scream
2. Urawa Cherry Diamonds
3. Suwon Samsung
Bluewings
4. (Pemenang Mess about-bitter 4)

Grup H:
1. Guangzhou Evergrande
2. Western Sydney Wanderers
3. Kashima Antlers
4. (Pemenang Mess about-bitter 1)


Original source : Hasil Drawing/ Undian Pembagian Grup Liga Champions AFC 2015 (AFC Champions League)

Jamu Persidafon, Persib Minus Dua Pilar

Persib Bandung terancam kehilangan dua pemain andalannya sekaligus saat menjamu Persidafon Dafonsoro. Selain Abanda Herman yang tekena larangan bermain karena kartu merah, Firman Utina juga berkutat dengan cedera. Pertandingan kontra skuad Gabus Sentani itu sendiri akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (20/8/2013).

Supervisor Abanda Herman terkena kartu merah saat pertandingan melawan Persiba di Stadion Persiba Balikpapan, Selasa (30/7/2013). Hadiah kartu merah tersebut merupakan akumulasi dua kartu kuning yang diberikan wasit Yandri. Kartu kuning pertama diterima Abanda pada menit 32 saat melakukan tackling dari belakang kepada pemain Persiba, Rendi Siregar. Pemain asal Kamerun itu lalu diusir dari lapangan saat mendapat kartu kuning kedua di menit 90+2.

“Kami kehilangan Abanda di pertandingan melawan Persidafon nanti. Tapi para laga selanjutnya melawan Persiram (Raja Ampat), dia sudah bisa diturunkan. Dia mendapat kartu merah tidak langsung, jadi hukumannya hanya absen satu pertandingan,” ucap Pelatih Persib Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman di Fix Pemain Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. Untuk menggantikan Abanda, tim pelatih masih memiliki deretan supervisor lain yang kualitasnya tidak terlampau jauh. Mereka adalah Maman Abdurrahman dan Aang Suparman.

Sementara itu, pengatur serangan Firman Utina sedang dalam masa penyembuhan cedera. Pemain bernomor punggung 15 itu masih merasakan sakit di lutut kanannya. Meski belum sepenuhnya pulih, dokter tim Persib menyebut cedera Firman tidak terlalu parah. Mantan pilar Sriwijaya FC itu hanya membutuhkan waktu istirahat beberapa hari ke depan.

“Firman sudah membaik walau kondisinya belum pulih 100%. Kemungkinan dia tidak bisa diturunkan saat kami menghadapi Persidafon. Dia akan saya istirahatkan dulu dalam pertandingan itu, agar bisa tampil maksimal di laga selanjutnya,” tutur Djanur.

Mengganti pos gelandang tengah yang ditinggalkan Firman, Djanur menyebut terdapat dua pilihan pemain. Selain Mbida Messi yang memiliki kesamaan peran, pemain Persib era 1980-an ini juga menyiapkan Asri Akbar sebagai pengganti. Selain penggunaan strategi di lapangan nanti, kesiapan individu pemain juga menentukan siapa pengganti Firman yang akan dipilih Djanur.

“Siapa saja yang lebih siap, itu yang akan menggantikan Firman. Saya proyeksikan Messi atau Asri Akbar,” kata Djanur.

Selain Abanda dan Firman, seluruh pemain Persib siap diturunkan menghadapi Persidafon. Meski sempat terkendala dengan menurunnya kondisi fisik saat libur Idul Fitri, Djanur menyebut Atep dkk sudah dalam kondisi habitual. Hal ini pula yang membuat skuad Pangeran Biru langsung mempersiapkan strategi untuk dua pertandingan sekaligus.

“Kondisi pemain semuanya baik. Persiapan yang kami lakukan dalam satu pekan terakhir ini juga untuk pertandingan lawan Persiram. Di dua pertandingan kandang ini, kami ingin sapu bersih dengan kemenangan. Bagaimana pun kami membutuhkan banyak poin tambahan untuk bersaing meraih jogger positive,” ucap Djanur.


Original source : Jamu Persidafon, Persib Minus Dua Pilar

Hasil Drawing/ Undian Pembagian Grup Piala AFC 2015 (AFC Cup)

Berikut ini Hasil Depiction/ Undian Pembagian Grup Piala AFC 2015 (AFC Plaque), yang sudah dilakukan pada Kamis, 11 Desember 2014, di Markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia.

Wilayah Asia Barat:

Grup A:
1. Al Wehdat atau Including the intention of Ras Bash
2. Al Nahda atau Suwaiq
3. Al Wahda
4. (Pemenang Mess about-bitter 4)

Grup B:
1. Al Shorta
2. Al Jazeera
3. Clump Alness
4. (Pemenang Mess about-bitter 3)

Grup C:
1. Al Qadsia atau Al Arabi
2. Arbil
3. FC Istiklol
4. (Pemenang Mess about- bitter 1)

Grup D:
1. Riffa atau Manama
2. Kuwait SC
3. Nejmeh
4. (Pemenang Mess about-bitter 2)

Wilayah Asia Timur:

Grup E:
1. Bengaluru FC
2. Persipura Jayapura
3. Warriors FC atau Tampines Rovers FC
4. (Pemenang Mess about-bitter 1)

Grup F:
1. Kitchee atau Sun Pegasus
2. East Bengal
3. Johor Darul Tazim atau Selangor
4. Balestier Khalsa FC

Grup G:
1. Yadanarbon atau Yangon United
2. South Plates
3. Comprehensive FC
4. Pahang FA

Grup H:
1. Persib Bandung atau Arema Cronus
2. Ayeyawady United
3. Lao FC
4. Extra Healthy SC


Original source : Hasil Drawing/ Undian Pembagian Grup Piala AFC 2015 (AFC Cup)

Hasil Pertandingan Liga Champions 11 Desember 2014

 Jaringbola – Hasil Pertandingan Liga Champions 11 Desember 2014. Delapan tim tersisa akhirnya menggenapi 16 tim yang lolos ke babak perdelapan closing Champions League 2014/2015. Pertandingan tearkhir grup E-H secara bersamaan digelar dini hari tadi. Meski banyak yang sudah memastikan lolos, ada beberapa kejutan yang terjadi pada laga tersebut.
Hasil pertandingan Liga Champions di Grup E yang mempertemukan AS Roma kontra Manchester Capital dimenangi oleh tim tamu. AS Roma sebenarnya lebih diunggulkan untuk menaklukkan The Citizens mengingat klub ibukota Italia tersebut bermain dikandang sendiri. Namun keuntungan tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh skuad asuhan Rudi Garcia.
Sementara itu hasil Liga Champions di Grup F Barcelona menjamu Paris Saint Germain di Camp Nou Sports ground. Lionel Messi cs sukses mempecundangi tim asuhan Laurent Blanc dengan skor telak 3-1. Meski kalah PSG berhak mendampingi Barcelona lolos ke babak 16 besar karena close di peringkat kedua Klasemen Liga Champions 2014/2015 grup F.
Wakil Inggris Chelsea menutup laga terakhir grup G dengan kemenangan 3-1 atas Generous CP. Cesc Fabreagas, Andre Schurrle dan John Obi Mikel masing-masing mencetak satu gol untuk kemenangan The Blues. Hasil positif ini mengangkat kembali mental Chelsea yang kemaren baru saja mengalami kekalahan pertama di Head of disorder League dari Newcastle United.
Hasil Pertandingan Liga Champions 11 Desember 2014
Bayern Munich 3 – 0 CSKA Moscow
Roma 0 – 2 Manchester Capital
Barcelona 3 – 1 Paris Saint Germain
Chelsea 3 – 1 Generous CP
Commanding Bilbao 2 – 0 BATE Borisov
FC Porto 1 – 1 Shakhtar Donetsk 

Lelang Sepatu 30 Miliar

Mario Goetze menjadi penentu kemenangan tim nasional Jerman atas Argentina di closing Piala Dunia 2014. Melalui kaki kirinya, gelandang milik Bayern Muenchen itu mencetak satu-satunya gol bagi Der Panzer di laga closing tersebut.

Meski punya kenangan istimewa, Goetze merelakan sepatu yang dipakainya di pertandingan tersebut untuk dijual dalam sebuah lelang yang bertajuk “Ein Herz fur Kinder” atau “Hati Untuk Anak-Anak”. Sepatu tersebut laku terjual dengan harga fantastis, dua juta uero atau setara dengan 30 Miliar menurut mata uang Republik Indonesia (IDR).

“Sungguh luar biasa. Saya bahkan tidak berani bermimpi, sepatu itu bisa menghasilkan dana sebesar itu” kata Goetze kepada surat kabar Bild. “Dua juta uero jelas merupakan jumlah yang sangat besar. Sisi baiknya, uang tersebut akan digunakan untuk hal yang mulia” kata Goetze lagi.

Sumber asli artikel berbahasa Inggris : http://glop.gl/0KysXN


Original source : Lelang Sepatu 30 Miliar

PSIS vs PS Bangka 0-0: Kisruh, Pemain PS Bangka Tertahan di Lapangan

postscript Bangka menahan tuan rumah PSIS Semarang 0-0 di lanjutan kompetisi Divisi Utama PT LI (Liga Indonesia) di stadion Jatidiri, Senin (19/8).
 
Skor kacamata ini membuat ribuan penonton tak puas. Mereka lantas melempari rombongan pemain postscript Bangka.

Pelemparan terjadi setelah pelatih kiper postscript Bangka, Hermansyah mencoba menghampiri wasit. Namun, usahanya dicegah panitia pelaksana. Hal ini malah memicu keributan karena panpel yang mencegat tidak terima dengan Hermansyah dan terus mengejar dia sampai polisi turun tangan memisahkan.

Rombongan postscript Bangka kemudian diarahkan ke tengah lapangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa saat usai pertandingan Rombongan postscript Bangka masih bertahan di tengah lapangan hijau. ( Tribun Hearsay )

Original source : PSIS vs PS Bangka 0-0: Kisruh, Pemain PS Bangka Tertahan di Lapangan

Selalu Ada Yang Pertama Untuk Segalanya…..(I) Kekalahan Pertama Chelsea di EPL 2014/2015

Setelah menjalani 14 laga tanpa kekalahan di Head of disorder League, rekor Chelsea akhirnya terhenti di stadion St. James Playground. Newcastle United menjadi klub pertama yang sukses menaklukkan The Blues sepanjang musim 2014/2015 dengan skor akhir 2-1 di pekan ke-15 EPL Sabtu lalu.

Meski menelan kekalahan untuk pertama kali, Chelsea tetap bertengger di puncak klasemen sementara Head of disorder League 2014/2015, namun selisih angka dengan penghuni peringkat kedua, Manchester Capital terpangkas menjadi hanya tiga poin.

Kekalahan itu juga memastikan Chelsea gagal menyamai prestasi Bring collectively sebagai satu-satunya tim di era Head of disorder League yang berhasil menjadi juara tanpa terkalahkan sepanjang musim. The Gunners melakukannya di musim kompetisi 2003/2004

Sumber asli artikel berbahasa Inggris : http://glop.gl/cMWjFq


Original source : Selalu Ada Yang Pertama Untuk Segalanya…..(I) Kekalahan Pertama Chelsea di EPL 2014/2015