Menanti Laga Timnas U-19 vs Persik U-21

TIMNAS U-19 – Untuk menyambut tim nasional Indonesia U-19, panitia pelaksana Persik Kediri membenahi Stadion Brawijaya.
Sebagaimana diketahui, Garuda Jaya akan menyambangi markas dari Macan Putih dalam lanjutan Tur Nusantara jilid II, 4 Juli mendatang, melawan Persik U-21.
Pembenahan Stadion Brawijaya dilakukan pada sisi penerangan, lampu-lampu yang sudah usang dinyatakan ketua panpel Triyono Kutut, akan diganti. Jumlah lampu pun akan ditambahkan untuk menambah terang stadion yang berdiri sejak 1983 itu.
“Sebanyak 23 kaca lampu yang kita ganti. Setelah dicek ternyata banyak juga kaca yang sudah kusam,” ungkap Kutut.
Jadwal pertandingan yang akan digelar malam hari jadi pertimbangan lampu diganti, panpel berpikir bahwa penerangan yang maksimal akan membuat laga lebih dapat dinikmati.
“Kalau lapangannya terang, permainan kedua tim kan juga enak, tidak terganggu,” imbuh Kutut.
Sedangkan pelatih dari Persik U-21, Alfiat, merasa terhormat bisa menguji kekuatan tim asuhannya dengan Indonesia U-19 yang diracik pelatih Indra Sjafri.
“Sebuah kebanggaan bisa menjajal tim Garuda Muda,” paparnya.

Persepam-MU Intip Kekuatan Sriwijaya FC

Persepam Madura United (MU) akan mengintip pertandingan antara Sriwijaya FC lawan Persela Lamongan dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (IS) di Stadion Jakabaring, Palembang Kamis (11/7) malam. Para penggawa tim berjuluk Sape Kerap ini ingin tahu perbedaan permainan Laskar Wong Kito ketika bermain pada bulan puasa.
“Tentu saya akan lihat pertandingan mereka saat lawan Persela. Pertandingan itu akan menjadi referensi saya terhadap kekuatan Sriwijaya FC ketika memasuki Ramadan. Bagaimana mereka pertama kali pada musim ini main mulai pukul 21.00 WIB dalam kondisi perut masih terisi makanan,” ungkap Pelatih Persepam Daniel Roekito.
Dikatakan Daniel, waktu buka puasa menuju kick off jaraknya sekitar tiga jam. Dengan waktu itu, tidak memungkinkan lambung mengolah makanan setelah berbuka puasa. Beda dengan kondisi pertandingan waktu normal. Jam makan pemain bisa diatur agar pemain tidak sakit perut ketika di lapangan.
“Main di malam hari, apakah sriwijaya FC mengalami penurunan kualitas atau tidak. Sebab, pada puasa pemain bertanding setelah sekitar tiga jam menyantap menu buka puasa,” katanya.
Arsitek yang pernah mengantarkan Persik Kediri juara Liga Indonesia 2006 ini akan mewaspadai kekuatan Sriwijaya. Apalagi, Persepam datang tanpa kekuatan penuh. Bek andalan mereka Fachruddin Wahyudi Aryanto harus diparkir karena akumulasi kartu
kuning. Karena itu, mengetahui kekuatan Laskar Wong Kito sebelum bertanding menjadi salah satu modal sebelum terbang ke Palembang.


Original source : Persepam-MU Intip Kekuatan Sriwijaya FC

Persepam MU Soroti Kinerja Legiun Asing Baru

Persepam Soroti Kinerja Legiun Asing Baru
Daniel mensyukuri raihan satu poin yang didapat anak asuhannya.
Meski sukses menahan imbang tuan rumah Persita Tangerang dengan skor 0-0, dalam laga yang digelar di Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan, Selasa (14/5) kemarin, kubu Persepam Madura United (P-MU) ternyata masih menyisakan sebuah penyesalan. Khususnya bagi para pemain asing yang baru dikontrak dan bergabung di putaran kedua Indonesia Super League (ISL) musim ini.

Menurut pelatih Persepam Daniel Roekito, tiga dari empat legiun asing yang baru digaet Persepam, belum menunjukkan kelasnya dalam pertandingan kemarin. Mereka bertiga, dinilai oleh Daniel, masih membutuhkan waktu adaptasi.

“Tiga dari empat pemain asing baru kami, ternyata belum beradaptasi dengan karakter sepakbola Indonesia. Maklum saja, mereka bertiga masih baru mencoba atmosfer sepakbola di Indonesia musim ini. Namun akibatnya, membuat permainan yang kami kembangkan menjadi kurang begitu optimal,” ujar Daniel kepada GOAL.com Indonesia.

Usai melepas Osas Saha dan Kristian Adelmund, Persepam memang mendatangkan empat pilar asing baru guna menemani Ali Khadaffi menjadi bagian dari skuat. Mereka adalah Amadou Konte asal Mali, Emanuel Linkers dari Belanda, Christopher Gomez dan Zahila Aboubakar yang menyandang paspor Australia.

Selain kurang efektifnya para pemain asing baru tersebut, Daniel juga sedikit kecewa dengan kondisi lapangan Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan, saat pertandingan berlangsung. Guyuran hujan memang membuat kondisi lapangan di Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan, menjadi becek.

“Lapangan becek juga mempengaruhi permainan kami, sehingga kami tidak bisa memainkan pola seperti yang kami inginkan di lapangan,” terangnya.

Meski demikian, mantan arsitek Persik Kediri dan Persib Bandung ini mensyukuri raihan satu poin yang didapat anak asuhannya, dengan mengacu dari hal-hal yang kurang mendukung tersebut. Sebab pada babak kedua, gawang Persepam beberapa kali diancam oleh skuat Persita, yang mana tiga peluang di antaranya hanya membentur mistar gawang Persepam.

“Saya pribadi sangat bersyukur atas raihan ini, karena kami mampu membalas hasil di putaran pertama kemarin, dan juga pulang dengan tambahan satu poin. Apalagi, di babak kedua, para pemain Persita mampu beberapa kali mengancam gawang kami, dengan tiga peluang di antaranya diselematkan mistar gawang,” ulas Daniel.

Persepam sendiri bukannya tanpa peluang. Melalui Linkers, Persepam mendapat dua kali peluang mencetak gol. Sayang, tendangan Linkers dua kali juga melambung tinggi di atas gawang Persita. Peluang terakhir Persepam, didapat Aditya Putra Dewa di masa injury time. Sayang, tendangan keras Aditya masih membentur salah satu pemain Persepam dan hanya menghasilkan tendangan pojok.

“Target kita sebelumnya ingin menang. Hasil seri ini jelas membuat sedikit kecewa, apalagi materi pemain kami sebenarnya lebih baik dari Persita. Secara permainan memang berimbang, namun peluang lebih banyak kita dapatkan.  Apapun itu, hasil satu poin tetap kita syukuri,” sahut salah satu picket Persepam Zaenal Arif.

Meski gagal menang, Persita naik ke peringkat 15 di klasemen sementara ISL, dengan nilai 16 dari 18 kali bertanding. Sementara Persepam, berada empat tingkat di atas Persita dengan mengemas 21 angka dari 18 kali bermain.


Original source : Persepam MU Soroti Kinerja Legiun Asing Baru